Pulang Kampung Yuuuk!
Pulang kampung kali ini agak-agak mendadak. Sudah berusaha nolak dengan berbagai alasan, akhirnya aku tidak kuat juga menahan godaan sang sponsor (Makngah Lena tea...) untuk memenuhi keinginan Emak agar semua anaknya kumpul saat acara syukuran Emak yang akan berangkat untuk umroh. Apalagi abangku yang di Jambi bisa datang ke Bangka. Terakhir bertemu dengannya saat ia menjadi wali nikahku dulu. Itu artinya sudah lima tahun aku tidak bertemu langsung dengannya!
Lagi pula aku cuma harus mempersiapkan fisik selama perjalanan dari Bandung ke Desa Lampur yang ada di tengah Pulau Bangka itu. Soal ongkos, ditanggung sponsor! (Makasih ya Makngah.....dikau emang tetehku yang super duper baik dueh...hehehe...tau aja kalau adikmu ini lagi tongpes!)
Hari Selasanya bilang oke, Rabunya aku dan dua buah hatiku yang masih balita ini sudah harus berangkat melintasi darat dan laut. Acara mendadak seperti ini memang hanya cocok untuk pengangguran sepertiku. Jadi si AA hanya bisa mengizinkan istrinya yang nekad ini dengan tatapan khawatir.
Nanti dulu lah cerita tentang si AA yang khawatir itu. Aku mau cerita tentang barang bawaanku dulu.
Perjalanan yang lumayan jauh harus aku lalui dengan membawa Ghiya (3 tahun 7 bulan) dan Salman (1 tahun 4 bulan). Ini pasti akan merepotkan bagiku. Jadi barang bawaanku ke Bangka tak lebih seperti perjalanan dari Soreang ke Bandung!
