Pendidikan Wirausaha Mandiri Dini

Wacana tentang memberikan pendidikan wirausaha mandiri sejak usia dini sudah lama didengungkan. Saat ini para orang tua semakin menyadari perlunya suatu usaha untuk menanamkan jiwa wirausaha pada anak-anaknya. Hal ini dapat dilihat dengan  banyaknya peminat Kidzania, yang merupakan tempat bermain dan belajar bagi anak dalam format permainan tentang pekerjaan orang dewasa. Anak dapat merasakan secara langsung beragam jenis pekerjaan dan ternyata ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi mereka di tempat seperti ini.
Menurut Ir. H. Arsyad Ahmad, M.Pd (Pendidikan Anak Dini Usia: Panduan Praktis Bagi Ibu Dan Calon Ibu), langkah terkini di bidang pendidikan yang dapat diterapkan dalam mempersiapkan generasi memiliki daya saing yang tinggi dalam era globalisasi adalah pendidikan berorientasi kewirausahaan dan kecakapan hidup (life skill).


Martabak Bolu Lagiiii???? Tapi Beda....Ini Marbol Piss

Setelah foody week KNC bertemakan pancake waktu itu, bakoel Soreang jadi keterusan nih.
Kali ini sedikit bereksperimen dengan pisang ambon lumut yang lagi-lagi...kebetulan sudah terlalu matang.
Kalau sebelumnya asli nyontek dari Mimi Allz dan Tanti, martabak a.k.a pancake rasa pisang ini sebenarnya dibuat tanpa perencanaan. Awalnya mau membuat jumputan pisang seperti yang sering dibuat Emak di Bangka buat dua buah hatiku, eh...malah keterusan. Tambah bahan ini itu...taraaaa...jadi deh Marbol Piss...hahaha...
Untuk memenuhi permintaan (atau penasaran?..^^..) dari Mbak Sunflo tersayang yang jauh dari tanah air, cekidot deh yaaa...

Bahan :
3 buah pisang lumut, dilumatkan (sebaiknya jangan dikunyah...hehehe...selain jijay, bisa langsung digleg..)
1 butir telur
100 gr terigu (aku sih masukkin terigunya pake kira-kira...ga ditimbang)
3 sdm gula
1/2 sdt soda kue
sedikit garam
1/2 sdt vanili bubuk
50 ml minyak goreng (lagi-lagi aku pakai ilmu kira-kira...)
(Dalam resep martabak bolu dan pancake, harus pakai 125 ml susu cair. Nah...aku lupa, jadi ga pake susu atau air sama sekali nih...)


Membuat Wajanbolic

Haaah???!!!

Ibu-ibu gaptek mau ngebahas tentang wajanbolic??? Ga mungkin banget.....

Jadi kalau membaca postingan ini dan akhirnya berharap ada tutorial membuat wajanbolic, anda akan kecewa...hehehe...

Yang niat mau bikin wajanbolic itu adalah si AA....itu juga (mungkin) karena bosan mendengar rengekan istrinya tentang koneksi i-net di Soreang yang lup lep..putus nyambung...

Padahal kalau dibawa ke kota Bandung, koneksi i-net dari modem yang kupakai mantap sekali. Apa karena Soreang cuma kabupaten ya?

Nah cerita berlanjut......


Ayam Bakar Kecap

Ayam Bakar Rica-rica yang caca marica itu membuatku jadi pengen banget bikin yang serupa.
Tapi, kalau bikin yang pedas (rica-rica kan harus pakai cabe) anak-anak ga bisa ikut menikmati.
Ya sudahlah....ngalah saja. Bikin ayam bakar kecap, karena Kaka Ghiya paling suka dengan kecap manis.

Jadilah bikin dengan bumbu kira-kira.....

Bahan:
1/2 kg ayam, aku motongnya agak kecil...biar bumbunya lebih meresap ke daging.
(nah, ayam ini dilumuri dengan air asam, sari lemon, dan garam. lalu didiamkan sekitar 15 menit)
200 ml air
minyak untuk menumis


Jawablah Ketika Si Kecil Bertanya

Perkembangan setiap anak dapat berbeda-beda. Dan sesuai dengan masa perkembangannya, ada saat dimana anak begitu banyak bertanya. Segala yang dilihat atau didengarnya akan menjadi bahan pertanyaan. Hal ini normal karena ia ingin belajar sehingga rasa ingin tahunya besar. Jika masa ini diabaikan oleh orang terdekat anak, dikhawatirkan akan menghambat perkembangan wawasannya. Kita harus memahami bahwa mendengar, melihat dan bertanya bisa jadi merupakan gerbang menuju ilmu pengetahuan.

Memiliki anak yang banyak bertanya seharusnya merupakan kebanggaan bagi para orang tua karena ini pertanda bahwa si kecil ingin maju dan berkembang. Karena dengan banyak bertanya akan memberi kesempatan kepadanya untuk menimba ilmu pengetahuan dan pengalaman lebih luas. Dengan bertanya akan memupuk keberanian dan rasa percaya diri anak.


<< Previous
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 Next >>
Your Ad Here