Sebuah Ilustrasi.......
Jarum jam di dinding menunjukkan pukul 5 dini hari di rumah sepasang suami istri yang memiliki seorang bayi. Demi melihat jam itu, sang istri terperanjat. Itu artinya mereka bangun kesiangan. Sang suami harus sudah berada di terminal bis luar kota tepat jam 6 pagi. Ia harus berangkat lebih awal agar bisa tepat waktu. Maka mereka pun bergegas menyiapkan diri.
Seperti biasa, sang suami harus sarapan dulu sebelum berangkat. Maka sang istri menyiapkan makanan yang dirasa paling mudah dan cepat . Ia membuatkan telur mata sapi untuk sarapan suaminya. Belum lagi selesai dengan masakannya, bayinya yang berusia 8 bulan menangis.
“ Maaa...itu si ade nangis!” teriak suaminya. Maka ia meninggalkan masakannya dengan kompor yang masih menyala. Diraihnya si kecil dan memberikannya asi.
Tiba-tiba...KRINGGG...KRINGGG...
“ Maaa....angkat dong teleponnya!” perintah suaminya lagi. Maka ia meninggalkan bayinya untuk mengangkat telepon tersebut. Si kecil yang masih haus, menangis keras.
Ketika itu juga...ia mencium aroma gosong dari dapur...maka ia lari ke dapur dan mendapati telur mata sapi untuk suaminya sudah menghitam.
“ Maaaa...mana sarapan Papa? Cepat nih, Papa sudah terlambat...!” tanya suaminya.
Sang istri pun menyodorkan sarapan telur mata sapi gosong untuk suaminya......