Setelah sempat parno, aku memutuskan untuk nekad mempraktekkan ilmu dari duo bakul kue cantik. Yang kupilih adalah sponge cake yang ku paksa untuk dibuat cup cakes. Ada yang berpendapat, kalau sponge cake terlalu lembut dan kiwir-kiwir untuk di hias dengan fondant. Tapi Mimi Allz memberikan mantera ajaib, “ Hajar ajah!!”
Setelah semaleman dikuntit sama Ghiya, minta segera dibuatkan kue, maka kira-kira jam 11 malam aku mulai menyiapkan perlengkapan perang. Mixer Phillip jadul dipaksa bergerak. Meski pun tidak lagi mengeluarkan tenaga putaran yang maksimum, maklum sudah aki-aki, adonan mulai membentuk jambul lucu. Menurut Tanti, kalo udah gini, kemungkinan bantet sudah semakin kecil.
Setelah mengetahui bahwa membuat cup cakes ada menggunakan loyang khusus, maka aku menggunakan cup bergambar strawberry yang kaku agar bisa tetap tegak berdiri ketika diisi dengan adonan. Dan kuputuskan untuk membagi adonan menjadi 2. Satu bagian menggunakan loyang biasa dan satu bagian yang lain untuk cup cakes.