Portal Terlengkap Dan Terdepan itu Astaga.com Lifestyle On The Net

Portal astaga.com Lifestyle on the net

Sebagai seorang pemula dalam dunia perbloggingan, saya baru mendengar nama portal yang mengulas tentang gaya hidup ini. Lantas timbul sebuah pertanyan mendasar dalam diri saya, Apa yang dimaksud dengan Lifestyle on the net oleh astaga.com? Saya harus melakukan penjelajahan terlebih dahulu untuk mengetahui dengan jelas tentang Lifestyle. Dan saya mendapati bahwa Lifestyle atau gaya hidup secara sederhananya adalah cara seseorang menjalani hidupnya.

Perilaku dan praktek dalam gaya hidup adalah campuran kebiasaan, cara-cara konvensional dalam melakukan sesuatu, dan beralasan tindakan. Sebuah gaya hidup biasanya juga mencerminkan sikap individu, nilai-nilai atau pandangan dunia. Oleh karena itu, gaya hidup adalah sarana untuk menempa suatu kesadaran diri untuk menciptakan budaya dan simbol-simbol yang beresonansi dengan identitas pribadi.” (wikipedia.org)

Jadi saya berasumsi bahwa Lifestyle on the net adalah panduan gaya hidup yang bisa diperoleh dengan mudah melalui internet. Dalam hal ini astaga.com adalah portal yang menyediakan layanan ini dengan nama astaga.com Lifestyle on the net. Terlepas dari benar atau salahnya pendapat saya ini, setiap orang berhak memiliki pandangan masing-masing. Setidaknya bagi saya dengan adanya portal astaga.com Lifestyle on the net, saya tidak perlu lagi bersusah payah membeli banyak tabloid atau majalah. Bagi saya inilah “majalah” yang paling lengkap sehingga tak perlu waktu terlalu lama untuk mencari informasi yang paling dibutuhkan. Cukup dengan mengunjungi portal ini, saya bisa memperoleh informasi terbaru dan berbeda sesuai dengan kebutuhan saya. Sederhana sekali.


Adakah Manfaat Dari Blog ?

Sebenarnya aku mengenal Blog secara terpaksa. Berulangkali AA menawarkan untukku mengelola sebuah Blog tetap kutolak. Alasanku sederhana, karena aku tak mengerti apa-apa tentang Blog. Dengan gigih AA menjelaskan panjang lebar tentang cara kerja Blog dan istilah-istilah populer dalam dunia perBlogan.

Lalu diakhiri dengan pertanyaan, “ Ngerti ga?”

Lantas dengan polosnya aku bilang ,” Enggak!”

 

Dini hari di 1 Juli 2009

Saat itu Ghiya ulang tahun yang ke-3. Rasa bahagia dan banggaku melihat bayi mungilku telah tumbuh menjadi gadis kecil yang lincah. Untuk mengekspresikannya, kutulis sebuah cerita pendek dan tersimpan manis di dalam lappie AA.

Beberapa hari kemudian, AA pulang sambil memamerkan cerita itu dalam sebuah Blog hijau. Melihat cerita itu sudah dipublikasikan, aku senang juga.

AA mengiming-imingi dengan, “Nanti banyak yang membaca tulisan-tulisan di sini, tinggal balas aja komen mereka.”

O....gampang pisan ya?

Hari berganti minggu dan berlalu menjadi bulan. Berbulan-bulan, tak satu pun komentar yang hadir di Blog hijau. Aku makin malas menambah tulisan untuk dipublikasikan di Blog hijau.


Pedoman Praktek Story Reading

 

Setelah mengikuti workshop di Erlangga beberapa waktu yang lalu dan nekad untuk ikut lomba Read A Story yang mereka adakan (walaupun tidak menang), aku jadi punya pengalaman tentang bagaimana cara membacakan cerita yang baik dan benar kepada anak.

Setidaknya aku bisa praktek hasil workshop itu kepada anak-anakku. Tentu ada perbaikan dari pada sebelum punya pengalaman dulu. Lagi pula dari pada hanya sekedar menjadi onggokan catatan dan besar kemungkinannya untuk rusak dan hilang, lebih baik dijadikan update postingan dengan harapan bisa bermanfaat.

Dan inilah pedoman yang kudapat dari Tim Erlangga For Kids  yang sudah kukembangkan menurut pemahamanku :

 


Belajar di PAUD 3

Mempersiapkan Belajar Membaca Pada Usia Dini

Kemampuan membaca perlu diasah. Sejak bayi, seorang anak dikatakan sudah mempunyai kemampuan membaca. Hal ini terlihat dari kemampuannya dalam membaca raut wajah orang-orang di sekitarnya sehingga dapat mengenal mereka. Bayi juga terlihat suka melihat iklan di televisi. Itu bisa diartikan bahwa anak sudah mulai membaca gambar dan kata baru yang diketahuinya melalui gambar dan sudah dapat membedakan bahwa yang dipandangnya adalah orang tuanya atau gambar. Berarti ia sudah membaca.

Membaca adalah aktifitas belajar yang secara dominan memerlukan indera pendengaran dan penglihatan untuk memperoleh makna dari simbol huruf atau kata..

Pro dan kontra dalam mengajarkan membaca pada anak usia dini berkembang di kalangan guru-guru Taman Kanak-kanak. Tapi jika melihat kebutuhan anak saat akan memasuki Sekolah Dasar dengan adanya sekolah yang mengajukan persyaratan tes khususnya membaca, maka tidak ada salahnya mengajarkan membaca pada anak usia dini asalkan mereka memang siap, mempunyai minat dan rasa ingin tahu yang kuat. Penting untuk diingat oleh semua orang tua dan guru yang akan mengajarkan membaca bahwa kesiapan setiap anak untuk belajar itu TIDAK SAMA.

Anda juga harus memahami hubungan antara bahasa dan membaca. Yakinlah bahwa belajar membaca hanyalah kelanjutan dari belajar berbicara.


Guruku

Aku tak pernah tahu

Entah dengan siapa kau berguru

Tapi kau izinkan aku

Melihatmu untuk kutiru

 

Bijak katamu

Lembut tuturmu

Manis senyummu

Menebar cinta ke segala penjuru


<< Previous 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 Next >>
Your Ad Here