Award lagi nih ( Indahnya Persahabatan Part 2)


Menjalin silaturahmi memang menyenangkan

Tak terkecuali di dunia maya

Bertaburan sahabat yang begitu pengertian

Seolah tak ada jarak

Tetap saling menyapa dan memberi semangat

---------------------------------------------

Tupaitambun...(atau aku menyebutnya Tupaitampan)......adek yang masih mahasiswa dan berasal dari Subang ini memberiku award yang cantik....adududu...senangnya dapat perhatian.

Makasih ya Pay......ILU PULLL.....

Dan inilah award cantik itu.....


Award Persahabatan

Wong Jalur, sahabatku yang berada di Sumatera Selatan ini memberikan award untukku sebagai tanda persahabatannya. Hiks...sumpah, jadi terharu banget. Sebagai pendatang baru, award yang ia sampaikan adalah yang pertama untukku. Terima kasih ya sahabat....

Selang beberapa hari, Deka, adek yang satu ini juga memberiku award....Duh, makin sayang deh! Terima kasih ya De....

Sempet bingung, karena rumahku ini belum biasa ketiban award..... maka AA kupaksa beres-beres rumah lagi tuk memajang award-award ini.

Dan jika award itu terlihat di sini, semua itu hasil jerih payah AA.....Makasih ya A....

            persahabatan                   


Kisah Pilu Seorang Ibu

Aih! Belum apa-apa sudah sedih duluan......Tapi serius, ini hasil dari obrolan dengan Mamahku.
Beberapa waktu lalu di televisi ramai diberitakan tentang rumah sakit yang menyandera dua orang ibu beserta bayinya yang tak mampu membayar biaya persalinan. Dan semakin hari biaya yang harus mereka tanggung jumlahnya semakin membengkak. Hal ini dikarenakan mereka juga harus menanggung biaya perawatan selama mereka disandera di rumah sakit tersebut....mengenaskan sekali!
Apakah ini yang kisah yang disampaikan oleh Mamah? Ow....bukan saudara-saudara! Ini baru pengantarnya saja karena setelah melihat berita itu, Mamah menceritakan kisah sedih yang diketahuinya dari mulut ke mulut....
Menurut Mamah, ada sepasang suami istri yang belum dikaruniai anak. Padahal mereka terbilang sudah belasan tahun menikah. Untuk itu mereka berniat mengadopsi seorang anak. Dan mereka berharap dapat mengasuh anak itu sejak dari baru lahir.

Petualang Kecil Jilid 3

Kebun sahang di tengah hutan itu tak seberapa luas. Hanya cukup untuk ditanami sekitar 500 batang junjung sahang. Kebun itu dipagari dengan pohon buah-buahan. Ada pohon cempedak, rambutan, dan nangka.
Sebuah pondok kecil dan sederhana dibuat untuk beristirahat. Pondok panggung setinggi 1 meter itu beratapkan daun rumbia dan berdinding kulit kayu. Sedangkan lantainya terbuat dari kayu kecil yang dipasang rapat. Di pojok kanannya terdapat tungku kayu api. Sedangkan di luar pondok ada seikat kayu bakar, siap untuk dibawa. Tanah di dekat pondok itu ditanami singkong dengan pucuk yang baru tumbuh, cabe rawit, dan nanas dengan buah mudanya.
Sang ibu membersihkan rumput di lungkang-lungkang sahang dengan menggunakan kedik. Wanita menjelang 40 tahun itu menyeka keringat yang mengucur dari dahinya. Ah! Baru 20 lungkang.....
Teringat ia dengan anak perempuannya yang merengek tadi, senyum terukir di bibirnya. Si bungsu kesayangan keluarga itu manja sekali. Biasanya ia diajak serta ke kebun. Anak itu bisa mengobati lelah setelah bekerja dengan tingkah dan celotehnya yang lucu. Aku harus cepat, kasihan Abang yang mau berangkat sekolah....

Petualang Kecil (2)


Ia sudah melewati batu yang biasa disebut oleh warga dengan sebutan batu buaya, karena bentuknya yang mirip dengan binatang tersebut. Itu berarti tak lama lagi ia akan mulai masuk hutan.

 

Kini anak perempuan kecil itu berdiri di hadapan jalan masuk hutan yang bercabang-cabang. Ia hanya mengandalkan ingatannya saat diajak menuju kebun sahang keluarganya yang jelas-jelas berada di tengah hutan.Tanpa takut dan ragu ia melangkah, mengambil cabang jalan yang dikiranya akan sampai kepada ibunya. Dan ia semakin masuk ke dalam kerimbunan hutan.....

 

Sementara itu di rumah...

Kakak laki-lakinya yang merupakan anak tertua kebingungan mencari adik bungsunya. Remaja kelas 2 SMA yang sekolah sore itu merasa yang paling bertanggungjawab atas kehilangan adiknya. Ibunya telah mewanti-wanti agar ia menjaga si bungsu. Ia hanya lengah sebentar!


<< Previous 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 Next >>
Your Ad Here