Kebun sahang di tengah hutan itu tak seberapa luas. Hanya cukup untuk ditanami sekitar 500 batang junjung sahang. Kebun itu dipagari dengan pohon buah-buahan. Ada pohon cempedak, rambutan, dan nangka.
Sebuah pondok kecil dan sederhana dibuat untuk beristirahat. Pondok panggung setinggi 1 meter itu beratapkan daun rumbia dan berdinding kulit kayu. Sedangkan lantainya terbuat dari kayu kecil yang dipasang rapat. Di pojok kanannya terdapat tungku kayu api. Sedangkan di luar pondok ada seikat kayu bakar, siap untuk dibawa. Tanah di dekat pondok itu ditanami singkong dengan pucuk yang baru tumbuh, cabe rawit, dan nanas dengan buah mudanya.
Sang ibu membersihkan rumput di lungkang-lungkang sahang dengan menggunakan kedik. Wanita menjelang 40 tahun itu menyeka keringat yang mengucur dari dahinya. Ah! Baru 20 lungkang.....
Teringat ia dengan anak perempuannya yang merengek tadi, senyum terukir di bibirnya. Si bungsu kesayangan keluarga itu manja sekali. Biasanya ia diajak serta ke kebun. Anak itu bisa mengobati lelah setelah bekerja dengan tingkah dan celotehnya yang lucu. Aku harus cepat, kasihan Abang yang mau berangkat sekolah....