Petualang Kecil
Bibir anak umur tiga setengah tahun itu manyun. Sesekali matanya melihat roda sepeda tua milik ibunya.
“ Adek jangan ikut Emak ke kebun hari ini. Pulangnya Emak mau bawa kayu bakar. Kalau Adek ikut, nanti duduk dimana? Boncengannya kan penuh..” jelas ibunya saat anak itu merengek mau ikut ke kebun sahang milik mereka.
Anak perempuan kecil itu tak membantah ibunya. Hanya bibirnya semakin manyun dan matanya mendelik-delik tanda tak suka. Bahkan salam ibunya tak ia jawab.
Demi mendengar tak ada rengekan yang keluar dari mulut si bungsu itu, sang ibu mulai mengayuh sepedanya. Perlahan tapi pasti ia semakin menjauh dari rumah. Ia masih sempat menoleh ke belakang untuk memastikan anak bungsunya yang manja itu tidakmengejarnya. Setelah yakin, sang ibu melanjutkan perjalanannya. Ia yakin anaknya yang lebih besar mampu menjaga adiknya itu.
Tapi siapa yang tahu apa yang dipikirkan oleh anak perempuan kecil yang baru tiga setengah tahun itu? Siapa yang akan menyangka kalau ia bisa berbuat nekat?
