Belajar di PAUD 1

Tulisan ini dibuat sebagai apresiasi jujur atas kreatifitas yang dihasilkan oleh sekelompok orang-orang yang peduli terhadap perkembangan peserta didik di usia dini.

Setelah menonton video yang berjudul BERMAIN YANG BERMUTU DAN MENYENANGKAN oleh Bunda Noor dari TK TUNAS KRIDA NUSANTARA, ada perubahan paradigma tentang bermain. Sejatinya bermain bukan sekadar anak menjadi senang sehingga tidak mengganggu aktifitas orang dewasa, tapi ada aspek life skill, disiplin bahkan kedekatan emosional antara anak dengan orang dewasa didalamnya.

Mencoba dan melakukan sendiri bukan berarti membiarkan. Pengawasan dan bimbingan dari orang dewasa adalah hal mutlak. Apalagi bila kegiatan yang dilakukan oleh anak berhubungan dengan alat – alat yang memiliki kategori berbahaya seperti pisau.

Menurut saya, video ini tidak hanya diperuntukkan bagi guru – guru TK, namun patut ditonton oleh para orang tua untuk diambil manfaatnya. Meluangkan waktu untuk bermain dengan si buah hati tidak hanya menyenangkan, tapi saya yakin ada pengaruh positif terhadap perkembangan anak.

Di balik kelebihan dan kekurangannya, video ini mengajarkan banyak hal penting. Di antaranya bahwa jangan membuat anak menjadi takut dengan kata belajar. Buang jauh – jauh gambaran bahwa belajar itu berada di sebuah ruangan yang sunyi dan hanya diterangi lampu meja. Dengan bermain, anak dapat belajar banyak hal tanpa disadarinya. Dengan catatan, orang dewasalah yang harus bijak mengolah sebuah permainan sehingga memiliki efek positif tersebut.

INSPIRASI ITU……

Di sini saya hanya mengungkapkan salah satu bagian dari video ini yang menimbulkan inspirasi pembelajaran untuk anak. Bagian itu adalah pada SENTRA MUSIK dengan alat musik angklung.

Saya berasumsi, bahwa jika Taman Kanak – kanak yang kecil dengan fasilitas yang kurang dan segi pendanaan yang minim, alat musik merupakan barang mewah yang langka. Kalau pun ada hanya sebatas tamborin yang dimainkan oleh guru.

Timbul pertanyaan, Bagaimana mengaplikasikan sentra musik tanpa fasilitas alat musik? Jawabannya adalah ciptakan hormanisasi suara dengan alat lain yang sederhana dan mudah didapatkan. Yang paling dekat dan mudah didapat adalah BOTOL SIRUP.

YANG HARUS DILAKUKAN….

Tema : Air

  1. Menyediakan peralatan berupa gelas dan sendok kecil sesuai dengan jumlah anak.
  2. Mengisi gelas dengan air dan mendengarkan suara yang dihasilkannya bila dipukul dengan sendok. Buatlah sampai menghasilkan suara yang berbeda dan membentuk tangga nada (solmisasi). Setiap gelas ditempel kertas yang bertuliskan simbol nada yang mewakilinya.
  3. Siapkan juga lagu yang akan dimainkan lengkap dengan solmisasinya.
  4. Mendemontrasikannya dihadapan anak.

HASIL YANG DIHARAPKAN…..

-          Bidang pengembangan fisik : membuat ketukan nada dengan memukulkan sendok ke botol.

-          Bidang pengembangan kognitif ;

  1. Sains sederhana :
    1. Mengetahui bahwa salah satu sifat air adalah mengikuti bentuk benda yang menampungnya 
    2. Mengetahui bahwa permukaan air selalu rata.
    3. Mengetahui bahwa gelas dengan isi air yang berbeda-beda volumenya akan menghasilkan suara yang berbeda pula.
    4. Mengetahui perubahan warna jika dua warna atau lebih dicampur.

 

  1. b.      Anak dapat mengenal bilangan melalui solmisasi

-          Bidang pengembangan bahasa :

  1. Memperkaya kosa kata dengan mengucapkan syair lagu.
  2. Mengenal simbol tulisan dan membacanya melalui syair lagu yang sudah disiapkan.

-          Bidang pengembangan sosial emosional :berinteraksi dengan orang lain sehingga dapat bekerja sama membentuk harmonisasi suara dari alat musik yang dimainkannya.

-          Bidang pengembangan seni : menyanyikan dan memainkan alat musik dengan lagu anak-anak.

AKHIRNYA…..

Ini hanyalah sebagian kecil dari inspirasi yang didapat dari video BERMAIN YANG BERMUTU DAN MENYENANGKAN oleh Bunda Noor.

Ini didapat dengan hanya satu kali menonton video tersebut. Bayangkan jika menontonnya berulang-ulang sambil memikirkan hal apa yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan hasil yang terbaik dengan cara dan biaya yang termurah.

Ini adalah salah satu bentuk syukur saya kepada Allah,SWT yang telah melancarkan dan memudahkan segala urusan sehingga tulisan ini bisa begitu cepat terselesaikan. Alhamdulillah…..

Artikel ini saya buat untuk teman-teman yang mengajar di PAUD

dan siapa pun yang peduli dengan pendidikan anak.

Semoga bermanfaat dan berbagilah dengan saya

Tags : pendidikan, paud, video, tk, musik, alat musik, bermain, belajar

 

 

16 komentar

  1. Usai lebaran gini biasanya banyak botol yang ga kepakai... bikin alat musik ajah. Kalo udahan mainnya..tinggal ditutup deh tuh botol, jadi ga perlu bikin lagi....ngetes suara lagi...

  2. Anak saya umur 5 tahun, kalau dirumah suka sekali dengan air dan pasir. wah..kalau bisa di tampilkan foto atau videonya, bagus sekali ya...tapi emang sulit nyantumin video atau you tube

    desri : Bagus tuh Mas...kayak iklan sabun itu loh..jangan takut kotor, tapi tetep butuh bimbingan. Makasih loh mas atas kunjungannya

  3. bisa nambah kreatifitas tuh.. bagus2.. niice post..

    desri : krisis ekonomi gini...harus bisa cari alternatif selain beli

  4. akan tetapi satu yang kurang yaitu pendidikan kenakalan. Benatar lagi saya posting tentang ide kenakalan yang ada dalam pikiran saya

    desri : Biasanya yang nakal-nakal kreatif itu bikin kesel ortu, tapi kalo dikembangkan hasilnya kerrenn...

  5. Saya belum punya anak teh ( kepingin sich cepet2 punya, hehehe ) tapi saya punya adik kecil itupun jauh di palembang sono. Namun kata Ibu saya, adik saya tuh creatif banget apalagi dibidang musik, saking creatifnya susah banget dijelasin. heheh

    desri : Saking kreatifnya jadi terkesan nakal ya....jadi sebentar lagi abangnya bakal dapat saingan

  6. Ayo bu tingkatkan kreativitasnya meski hanya liwat PAUD. Anakku sudah ke luar dari PAUD kok, gara-garanya dia sudah bisa membaca koran, di situ tidak ada korannya :D

    desri : ga papa de Mas...masi banyak nyang butuh Paud. Kalo Mas Wandi siy..tenang ajah yak, ada Umi yang ibat di rumah

  7. Salam Takzim
    Bertambah lagi khasanah ilmu dari Ka Desri, sebagai penata PAUD, sehingga akan menjadi bekal bagi saya saat diminta menjadi pengelola PAUD, konon katanya Akhir tahun ini. Draftnya sudah jadi, tapi isinya masih merambah. Terima kasih ka, postingannya izin disedot ya.
    Salam Takzim Batavusqu

    desri : Silakan Mas...semoga PAUD nya sukses

  8. alhamdulillah dapet ilmu dari sini. Kebetulan anak saya masih kecil-kecil yang masih perlu banyak bimbingan. Trims Mbak. Salam :)

    desri : semoga bermanfaat ya Kang

  9. ketika nutor guru-guru PAUD, sambutannya "WOW!!" tq ya dek!!

    desri : akhirnya...dirimu hadir di rumahku ini Yuk..kangen banget lo...ajak dunk Msiswa-nya mampir ke Bandung

  10. dolo pas KKN, paud juga jadi program kami mba

    desri : horee..makin banyak orang yang peduli akan pendidikan anak. makasih lo atas kunjunganya. salam hangat dari Bandung

  11. duh , sayangnya makngah udah gak di PAUD lagi .. ghiya dan salman udah balik ke bandung ..so cuma Auly yang bisa diajak praktek ye..

    desri : ntar ghiya dan salman dipaket ajah ya..

  12. nah, di sini ni kemarin komenku tak terposting huhuhu...
    mo bilangini aja sih, idenya bagusssss, tar mw dipraktekin ma allegra bisa gak yaaa

    desri : kan butuh minimal tujuh orang tuh Allz...ntar maennya ajak KK Ghiya sama Adek Salman ya...

  13. wuich.. manteb dech on top.
    kang, kasih panduan buat yang gaptek niech..
    bisa nongol di page berapapun gak masalah sih, nich gak nongol blas punyaku.
    baca-baca seo gak ngêh juga.

  14. g da ruginya aq kuliah ambil jur Paud

    desri : percaya deh...emang ga akan rugi. kalau pun tidak jadi guru, toh kita akan menjadi orang tua

  15. sederhana tapi betul-betul bermakna

  16. saya tertarik dgn paud. terima kasih atas postingannya :)

Nama (diperlukan)
Email (diperlukan)(tidak akan dipublish)
Website
Your Ad Here