Belajar di PAUD 2
Stimulasi Motorik Halus
Jika di postingan sebelumnya saya membahas tentang bermain musik sederhana untuk anak usia dini, maka kali ini saya akan membahas tentang permainan yang melibatkan motorik halus anak. Kelenturan motorik halus perlu dilatih agar pada saat anak memegang alat tulis sudah tidak kaku lagi. Selain itu kelenturan motorik halus dibutuhkan agar tulisan anak menjadi rapi dan tidak mudah merasa capek.
Permainan untuk melenturkan motorik halus anak sebaiknya diberikan selama satu bulan sebelum anak diberikan alat tulis dan tetap dilanjutkan walau pun bukan sebagai permainan utama lagi. Untuk itu diperlukan berbagai bentuk permainan agar anak tidak merasa bosan. Bagi TK / PAUD yang memiliki banyak dana, maka alat permainan itu dapat dibeli. Tapi jika mau sedikit berinovasi, maka alat permainan ini dapat dibuat dari bahan yang sederhana dan mudah didapat. Jadi tidak ada alasan tidak melakukan latihan motorik halus karena tidak ada dana.
Pada dasarnya, permainan ini membuat otot anak dari pundak sampai ujung jari bergerak sehingga ada rasa sakit yang dirasakan oleh anak. Tapi karena berbentuk permainan, biasanya tidak ada keluhan dari mereka. Inilah beberapa permainan tersebut…….
1. Playdough atau plastisin
Playdough dan plastisin (disebutkan juga lilin atau malam),dapat diperoleh dengan membelinya. Itu tidak perlu dibahas. Tapi ada cara murah untuk membuat permainan dengan menggunakan playdough dan plastisin. Bahan yang dibutuhkan adalah terigu, sedikit minyak goreng, garam dapur, air dan pewarna. Cara membuatnya juga sederhana, yaitu dengan mencampur semua bahan menjadi satu dan diuleni sampai kalis. Kegiatan menguleni bahan ini pun dapat diserahkan kepada anak. Buatlah dalam banyak warna. Dan setelah selesai bermain dapat disimpan dalam wadah tertutup dan dapat digunakan lagi dilain waktu. Garam disini berfungsi sebagai pengawet.
2. Ubleg
Bahan yang dibutuhkan adalah aci atau sagu atau tepung kanji, air dan pewarna. Cara membuatnya adalah dengan mencampur semua bahan menjadi satu. Biarkan anak-anak yang mengaduk-aduk bahan-bahan tersebut. Adonan ubleg bila diangkat akan keras, tapi bila didiamkan ditangan akan meluncur turun. Dan lihatlah, mereka akan bermain dengan ubleg dengan cara meremas dan mengangkat adonan tersebut.
3. Membuat bola kertas
Kegiatan alternatif lainnya adalah main bola. Anak-anak sangat menyukai permainan dengan bola. Karena tujuan kita adalah untuk menstimulasi motorik halusnya, maka mintalah anak untuk membuat sendiri bola tersebut dari kertas atau koran bekas. Sederhana bukan?
4. Memeras santan kelapa
Anak-anak juga biasanya menyukai pekerjaan yang dilakukan oleh orangtuanya. Karena itu biarkan mereka bermain dengan kelapa parut. Mintalah mereka untuk meremas-remas kelapa tersebut dan memerasnya menjadi santan.
5. Membuat cingcau daun
Di beberapa daerah masih ditemukan daun cingcau. Dengan meremas daun cingcau dan membuatnya menjadi cingcau yang dapat dikonsumsi, maka selain menstimulasi motorik halusnya, anak juga jadi merasakan ada hasil atau manfaat yang dapat dinikmati dari kegiatannya.
6. Melipat, menggunting, meronce, dll
Kegiatan ini sepertinya tidak perlu dibahas karena sudah umum dilakukan di TK / PAUD.
Perlu diketahui bahwa permainan-permainan ini tidak hanya dapat dilakukan di TK / PAUD saja, tapi di rumah pun anak dapat bermain permainan ini dengan orang tua atau saudaranya. Suasana bermain bersama ini sangat menyenangkan bagi anak sehingga tanpa anak sadari ia sedang belajar. Konsep ini sesuai dengan salah satu prinsip bermain di TK / PAUD yaitu bermain seraya belajar.
Ini hanya sedikit ide alternatif untuk menstimulasi motorik halus anak.
Mungkin anda punya ide yang lain?
Maka berbagilah dengan saya…..
Tags : pendidikan anak, taman kanakkanak, paud, anak, bermain, belajar, motorik halus
