Jawaban Sang Abi
Di angkot Soreang – Kebon Kalapa, aku mencuri dengar percakapan seorang anak laki-laki 6 tahunan dengan ayahnya yang dipanggil dengan Abi. Sepertinya sang Anak baru melihat video tentang awan berbentuk mata yang menghebohkan itu. Awan berbentuk mata yang konon terlihat di langit Padang tepat 3 jam setelah gempa 30 September 2009 lalu.
“ Bi…awannya mirip mata ya?”
“ Iya..”
“ Bi…matanya besar sekali ya?”
Sang Abi hanya tersenyum menanggapinya.
“ Bi….itu mata Allah ya?”
Demi mendengar pertanyaan itu, aku menambah kekuatan daya dengarku. Aku sangat ingin mendengar jawaban sang Abi.
“ Ya bukan atuh… itu mah awan,” sergah sang Abi.
“ Tapi kata teman aku, itu mata Allah yang lagi marah..” bantah sang Anak.
“ Tentu saja bukan mata Allah. Karena Allah tidak sama dengan semua benda yang kita tahu,” jelas sang Abi.
“ Itu hanyalah gumpalan awan yang berbentuk mata. Awan adalah ciptaan Allah yang dengan patuh menuruti perintah-Nya. Jadi kalau Allah mau awannya berbentuk mata maka jadilah awan yang berbentuk mata. Bahkan bisa juga bentuk yang lain lo…”
“ O iya…aku pernah lihat yang berbentuk pohon…” kata sang Anak.
Sayang sekali sudah sampai Ijan…jadi harus turun dari angkot. Padahal aku masih ingin menguping pembicaraan mereka. Sungguh anak yang kritis ditambah ayah yang pintar. Perpaduan yang sempurna.
Hati jadi bertanya, sudah mampukah aku menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis dari anak kecil dengan bahasa anak yang sederhana sehingga membuat mereka mengerti tanpa mengurangi makna dari jawaban tersebut? Masih harus banyak belajar nih...
Tags : awan, mata, anak, pendidikan
