Petualang Kecil
Bibir anak umur tiga setengah tahun itu manyun. Sesekali matanya melihat roda sepeda tua milik ibunya.
“ Adek jangan ikut Emak ke kebun hari ini. Pulangnya Emak mau bawa kayu bakar. Kalau Adek ikut, nanti duduk dimana? Boncengannya kan penuh..” jelas ibunya saat anak itu merengek mau ikut ke kebun sahang milik mereka.
Anak perempuan kecil itu tak membantah ibunya. Hanya bibirnya semakin manyun dan matanya mendelik-delik tanda tak suka. Bahkan salam ibunya tak ia jawab.
Demi mendengar tak ada rengekan yang keluar dari mulut si bungsu itu, sang ibu mulai mengayuh sepedanya. Perlahan tapi pasti ia semakin menjauh dari rumah. Ia masih sempat menoleh ke belakang untuk memastikan anak bungsunya yang manja itu tidakmengejarnya. Setelah yakin, sang ibu melanjutkan perjalanannya. Ia yakin anaknya yang lebih besar mampu menjaga adiknya itu.
Tapi siapa yang tahu apa yang dipikirkan oleh anak perempuan kecil yang baru tiga setengah tahun itu? Siapa yang akan menyangka kalau ia bisa berbuat nekat?
Di dalam pikirannya yang masih kecil itu tersimpan semangat yang membara. Ia mulai menimbang-nimbang kemungkinan menyusul ibunya ke kebun. Terbayang olehnya suasana kebun sahang yang luas dan rasa main di sungai kecil yang banyak udang air tawarya itu.
Satu hal yang menggerakkan kakinya untuk melangkah… AKU BISA!!
Dan ia pun memulai petualangannya. Tanpa sepengetahuan kakak-kakaknya, ia melangkah dengan pasti. Ia sudah lama menghafal jalan yang harus ditempuh agar sampai ke kebun milik mereka.
Jalan yang harus ia lalui sekarang tak lagi berpenghuni. Di kiri kanan jalan itu berdiri kokoh pohon-pohon karet yang sudah berbuah. Sesekali terdengar bunyi buah karet yang sudah tua terbuka dan menjatuhnya biji-bijinya ke jalan. Anak kecil itu pun memunguti biji-biji karet yang ditemui sepanjang perjalanannya. Ia memegang ujung bajunya untuk menampung biji karet hasil temuannya.
Beberapa ia berpapasan dengan orang dewasa yang menggunakan motor atau sepeda dan pastinya ia tak menyadari pandangan heran dari mereka. Siapa yang tak heran melihat ada anak kecil berkeliaran di jalan hutan seperti itu?
Bersambung ah….
